kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,15   -10,44   -1.05%
  • EMAS999.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Panja Perguruan Tinggi Komisi X Desak Pemerintah Tingkatkan Anggaran Akreditasi PT


Selasa, 27 September 2022 / 22:28 WIB
Panja Perguruan Tinggi Komisi X Desak Pemerintah Tingkatkan Anggaran Akreditasi PT
ILUSTRASI. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf memaparkan, panja perguruan tinggi (PT) Komisi X DPR RI mendesak pemerintah untuk meningkatkan anggaran pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.

"Mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan yang mendukung terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui peningkatan anggaran bagi pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi maupun program studi," jelas Dede dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi X bersama BAN-PT dan LAM-PT, Selasa (27/9).

Baca Juga: BAN-PT Ungkap Ada 131 Perguruan Tinggi Tak Terakreditasi

Selain itu, Komisi X juga mendorong Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT) untuk menyiapkan strategi terkait upaya percepatan akreditasi.

Dede menambahkan, BAN-PT memiliki effort yang sangat besar sekali dengan hanya 5 orang staf yang mengurusi ribuan akreditasi PT dan akreditasi mandiri, dimana mayoritas akreditasi mandiri berasal dari organisasi profesi yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah.

"Akreditasi mandiri tapi aturannya dari pemerintah, ini jadi catatan penting buat kita. Oleh karenanya mestinya peran negara di sini harusnya lebih eksis lagi dengan alokasi anggaran [pendidikan] yang konon katanya 20% itu," imbuhnya.

Maka saat ini permasalahan terbesar adalah bagaimana fungsi negara, memberikan peran kepada lembaga-lembaga yang memang sudah mendapatkan amanat undang-undang untuk melakukan akreditasi.

Sebelumnya, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Ari Purbayanto mengatakan, selama ini pihaknya dinilai publik lambat dalam proses akreditasi. Ia mengungkapkan, pelambatan terjadi ketika masuk akhir tahun dimana anggaran di tempatnya telah habis.

Baca Juga: Top 50 Universitas Terbaik di Indonesia Versi UniRank Tahun 2022

"Ada yang bilang, BAN-PT lambat, tapi siapa yang mau kita menugaskan asesor tanpa dibayar? saya yang dikejar nanti. Jadi kami pending. Kalau dibilang lambat biasanya di akhir tahun, lambat karena uangnya habis ini yang menjadi masalah kami," ungkapnya.

Adapun tantangan kendala masalah yang dihadapi BAN-PT dalam percepatan akreditasi salah satunya adalah anggaran. Ari menyebut, BAN-PT masih ikut alokasi anggaran direktorat dan kelembagaan di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan target capaian yang diberikan. Artinya alokasi bukan berdasarkan kebutuhan akreditasi perguruan tinggi dan program studi tiap tahunnya.

Anggaran tersebut hanya untuk pelaksanaan proses akreditasi perguruan tinggi (APT) dan akreditasi program studi (APS) perguruan tinggi di bawah Kemendikbud Ristek RI.

Adapun untuk pelaksanaan akreditasi Perguruan Tinggi Kementerian Lain atau Lembaga Pemerintah Non Kementerian (PTKL) dan PTKA biayanya dibebankan pada Kementerian atau lembaga masing-masing.

"Tahun 2022 target capaian kita 2.400 APT dan APS. APS-nya udah selesai tapi program studi yang mengajukan masih banyak yang belum kami proses, kami minta tambahan katanya masih ada yang bisa kita gunakan untuk memproses, tapi kalau nggak [ada] kita di pending dulu. Tapi supaya mereka nggak bermasalah kita keluarkan dulu SK sementara," paparnya.

Baca Juga: 5 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Agar Siap Menghadapi Dunia Kerja

Dalam paparannya dijelaskan Direktorat Kelembagaan Dikti telah menyediakan dukungan anggaran akreditasi kepada program studi perguruan tinggi swasta yang akreditasinya oleh LAM. Anggaran yang disediakan tahun 2022 ini sebanyak Rp17 miliar namun belum terserap.

Kelancaran pelaksanaan proses akreditasi oleh BAN-PT tidak hanya terkait dengan ketersediaan dan kecukupan anggaran tetapi juga peran aktif perguruan tinggi dan program studi dalam akreditasi dan juga kerja sikap cermat dan objektif pada asesor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×