kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45797,85   3,90   0.49%
  • EMAS949.000 0,74%
  • RD.SAHAM 0.00%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pandemi Covid-19 bisa jadi momentum bangkitnya smart nation


Senin, 29 Juni 2020 / 15:09 WIB
Pandemi Covid-19 bisa jadi momentum bangkitnya smart nation
ILUSTRASI. JAKARTA,15/06-PUSAT PERBELANJAAN KEMBALI BUKA. Suasana pengunjung di dalam pusat perbelanjaan Central park, Jakarta, Senin (15/06). Pengelola pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta membuka kembali usahanya pada tatanan normal baru (new normal) di tengah p

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musibah tak selalu harus dilihat negatif, pandemi Covid-19 yang terjadi kali ini dapat menjadi momentum bangkitnya konsep smart nation. Gagasan mengenai smart nation atau “bangsa yang pintar” merupakan terintegrasinya infrastruktur sebuah negara dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal ini bertujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga. John Vong, Dosen Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) School of Business mengungkapkan bahwa meskipun konsep smart nation sudah diperkenalkan sejak tahun 2015, saat ini menjadi realita di era new normal.

Smart nation merujuk pada pendidikan tanpa sekolah, kesehatan tanpa rumah sakit dan perbankan tanpa bank.

Smart nation memerlukan smart people dan dengan sendirinya smart people membutuhkan smart education. Pendidikan terapan akan memegang peranan yang sangat penting,” kata John, Senin (29/6)

Baca Juga: Jokowi: Percepat pembayaran insentif kesehatan, tunggu apa lagi dana sudah ada

Ia menambahkan harus ada pelatihan terhadap guru untuk memastikan bahwa mereka mengerti cara memberikan pelatihan yang tepat kepada murid.

Murid-murid juga harus dilatih untuk bekerja dalam industri baru seperti telemedicine, transportasi online, atau teknologi finansial. Sehingga diharapkan hasilnya dapat membawa bangsa menjadi sebuah smart nation.

Pemerintah di berbagai negara saat ini menerapkan peraturan penutupan sekolah dan pendidikan tinggi. Education without schools atau pendidikan tanpa sekolah yang sudah banyak didiskusikan sejak tahun 2015 perlahan menjadi realita.

Meski demikian, banyak tenaga-tenaga pengajar dan pelajar belum siap menghadapi kenyataan ini. Mengingat masih banyak rumah-rumah tidak mempunyai koneksi internet.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU

[X]
×