kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Optimisme konsumen cenderung makin menurun


Senin, 06 Februari 2012 / 16:53 WIB
Optimisme konsumen cenderung makin menurun
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di Bank Mandiri hari ini Rabu 17 Februari. cek sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/27/01/2021.


Reporter: Herlina KD | Editor: Test Test

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada kuartal IV 2011 sebesar 108,44. Meski masih di atas 100, tapi angka ITK ini lebih rendah ketimbang kuartal III 2011 yang sebesar 110,24.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Suryamin menyebutkan, kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.

Suryamin menambahkan, perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua propinsi, dimana 13 propinsi diantaranya memiliki nilai indeks di atas nasional. "Propinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Utara dengan ITK 113,07 dan Propinsi Nangroe Aceh Darussalam tercatat memiliki ITK terendah sebesar 105,34," ujarnya, Senin (6/2).

Nah, pada kuartal I 2012 ini, BPS memperkirakan ITK akan sedikit menurun menjadi hanya 108,08. Kondisi ekonomi konsumsen pada kuartal I 2012 ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga mendatang dan rencana pembelian barang tahan lama.

Suryamin menjelaskan, dari 33 propinsi, sebanyak 16 propinsi diperkirakan memiliki ITK di atas nasional. "Propinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan, sedangkan yang terendah di Bengkulu," jelas Suryamin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×