kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Obligasi daerah diharapkan tak sekadar wacana


Kamis, 13 Juli 2017 / 22:02 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

BALIKPAPAN. Kebutuhan pembiayaan pembangunan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Namun guna mengembangkan daerah masing-masing, pemerintah harus bisa mendorong pendanaan daerah.

Budi Hikmat, Chief Economist & Director for Investor Relation PT Bahana TCW Investment Management, salah satu modal pemerintah daerah untuk mencari pendanaan pembangunan daerah ialah dengan penerbitan obligasi daerah.

Menurutnya penerbitan obligasi daerah sebaiknya jangan hanya sebatas wacana. Alasannya, ia bilang likuiditas dukungan pemerintah pusat punya keterbatasan.

"Maka ada baiknya daerah memanfaatkan obligasi daerah, misalnya dengan menjaminkan aset bisa. Asal return-nya bagus dan orang yakin," kata Budi di Balikpapan, Kamis (13/7)

Dia menjelaskan, pada tahap-tahap awal, bisa dijaminkan dulu dengan aset misalnya, atau menggunakan skema syariah ijarah atau instrumen lainnya.

Ia melihat perlu dorongan yang kuat dari pemerintah untuk meyakinkan pilihan obligasi daerah. Namun yang harus dilakukan sebagai langkah awal ialah menperbaiki administrasi pemerintah daerah dulu.

"Jadi nanti ada namanya departemen hubungan investor di tiap pemda di Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×