kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Kementerian Investasi/BKPM Buka Suara


Jumat, 09 Januari 2026 / 14:26 WIB
Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Kementerian Investasi/BKPM Buka Suara
ILUSTRASI. Kementerian Investasi/BKPM mengakui Nvidia memilih Malaysia karena ketersediaan SDM, terutama lulusan Master dan PhD di bidang komputer


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pilihan raksasa teknologi dunia, Nvidia untuk menanamkan modalnya di Johor, Malaysia, menjadi sorotan bagi iklim investasi di Indonesia. Padahal, Indonesia telah menyiapkan kawasan ekonomi (KEK) khusus seperti KEK Nongsa di Batam untuk memikat raksasa chip dan kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui bahwa salah satu alasan utama Nvidia berpaling dari Indonesia adalah masalah kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi.

Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan mengungkapkan bahwa Nvidia sebelumnya melakukan observasi mendalam mengenai ketersediaan tenaga ahli sebelum memutuskan lokasi investasi.

Baca Juga: Realisasi Subsidi Pemerintah Sepanjang 2025 Capai Rp 281,6 Triliun

"Mereka memilih Malaysia salah satunya karena mereka mendata berapa Master, berapa PhD, yang tersedia di Indonesia dan di Malaysia, sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Hasilnya cukup pahit bagi Indonesia, di mana berdasarkan pantauan Nvidia, kata Nurul, Malaysia memiliki ketersediaan lulusan doktoral (PhD) dan magister (Master) di bidang komputer yang jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia.

"Suka tidak suka ternyata dari hasil observasi mereka, Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer itu, dan juga Master di bidang itu," tegasnya.

Kondisi ini, menurut Nurul, harus menjadi peringatan bagi pemerintah dan institusi pendidikan di tanah air. Ia menekankan perlunya strategi besar untuk mencetak SDM berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Dia juga turut memberi saran kepada dunia pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan yang didominasi oleh penguasaan teknologi tinggi. Menurutnya, universitas negeri maupun swasta tidak boleh lagi asal cetak lulusan yang tidak dibutuhkan pasar.

"Ke depan harusnya STEM itu menjadi arus utama bagi peningkatan sumber daya manusia kita," pungkasnya.

Selanjutnya: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara

Menarik Dibaca: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×