kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Nilai impor September 2021 turun 2,67% mom


Jumat, 15 Oktober 2021 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada bulan September sebesar US$ 16,23 miliar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja impor menurun pada bulan September 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada bulan laporan sebesar US$ 16,23 miliar. Nilai ini turun 2,67% mom dari capaian impor pada bulan Agustus 2021 yang mencapai US$ 16,68 miliar. 

“Penurunan secara bulanan ini diikuti dengan penurunan baik impor minyak dan gas (migas) maupun impor non migas,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (15/10) via video conference. 

Margo kemudian memerinci, impor migas pada September 2021 tercatat US$ 1,86 miliar atau turun 8,9% mom dari US$ 2,05 miliar pada bulan Agustus 2021.

Baca Juga: Ekonom prediksi neraca perdagangan pada September 2021 masih surplus

Meski secara bulanan menurun, kinerja impor masih meningkat 40,31% yoy bila dibandingkan dengan bulan September 2020 yang pada saat itu tercatat US$ 11,57 miliar. Peningkatan ini juga didorong oleh peningkatan impor migas sebesar 59,15% yoy maupun impor non migas yang naik 38,18% yoy. 

Margo melanjutkan, bila melihat capaian impor keseluruhan selama tahun 2021, tren impor ini menunjukkan kinerja yang menggembirakan. 

“Secara umum, perkembangan impor selama 2021 ini selalu lebih tinggi kalau dibandingkan 2 tahun belakangan, kecuali pada bulan Januari 2021 lebih rendah,” tandasnya. 

Baca Juga: Neraca dagang September 2021 diprediksi surplus hingga US$ 4 miliar, ini pendorongnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×