kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.545   45,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nilai ekspor April 2021 sebesar US$ 18,48 miliar, ini pemicunya


Kamis, 20 Mei 2021 / 11:35 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto saat memaparkan neraca dagang Maret 2021.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor kembali meningkat pesat pada bulan April 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor pada bulan April 2021 sebesar US$ 18,48 miliar.

Nilai ekspor tersebut meningkat 0,69% dari bulan Maret 2021 yang sebesar US$ 18,35 miliar. Pun bila dibandingkan secara tahunan, nilai ekspor pada bulan April 2021 melesat tinggi 51,94% dari April 2020 yang sebesar US$ 12,16 miliar.

“Performa ekspor pada April 2021 ini sangat bagus sekali, impresif karena adanya peningkatan permintaan dan kenaikan harga komoditas,” ujar Suhariyanto, Kamis (20/5) via video conference.

Suhariyanto lalu memerinci, beberapa komoditas non minyak dan gas (non migas) andalan Indonesia yang mengalami peningkatan harga antara lain minyak kelapa sawit yang naik 4,24% mom. Secara tahunan, harga komoditas ini melesat 76,5% yoy.

Baca Juga: BPS: Kinerja ekspor April 2021 masih tumbuh tinggi

Kemudian ada komoditas tembaga yang meningkat 3,74% mom dan secara tahunan naik 84,4% yoy. Pun emas meningkat 2,43% mom dan secara tahunan naik 4,6% yoy. Tak hanya itu, komoditas timah dan aluminium juga mengalami peningkatan harga.

Akan tetapi, masih ada beberapa harga komoditas non migas yang mengalami penurunan, antara lain karet yang turun 9,10% mom meski secara tahunan masih naik 61,41% yoy, kemudian harga batu bara dan cokelat juga turun.

Komoditas minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) juga terpantau menurun 2,43% mom menjadi US$ 61,96 per barel, meski secara tahunan harga ICP masih meroket 200%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×