kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Negara tekor Rp 20 triliun akibat pencurian ikan


Rabu, 18 Agustus 2010 / 12:01 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Nilai kerugian negara akibat pencurian ikan sangat besar. Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelauatan dan Perikanan memperkirakan nilai kerugian itu mencapai Rp 20 triliun setiap tahun.

Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aji Sularso menjelaskan, nilai kerugian tersebut merupakan estimasi dari seluruh pencurian ikan oleh kapal-kapal asing dari berbagai negara. Ia mencontohkan, untuk kapal yang berasal dari Malaysia saja, berdasarkan hasil operasi pengawasan selama tahun 2009 tercatat ada 14 kasus kapal ikan yang melakukan pelanggaran di Indonesia. Sementara pada 2010, terdapat 10 kasus pelanggaran yang dalam proses hukum di perarian yang sama. Sayang, ia tak memaparkan ada berapa total kasus pelanggaran itu.

Aji mengatakan, penyelesaian tindak pidana pencurian ikan di perairan Indonesia atau pelanggaran yang dilakukan nelayan asing itu masih menggunakan versi hukum atau aturan masing-masing negara. Dia mengatakan, seharusnya pelaku pencurian itu ditindak sesuai undang-undang Indonesia agar tidak terulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×