kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Negara tekor Rp 20 triliun akibat pencurian ikan


Rabu, 18 Agustus 2010 / 12:01 WIB
Negara tekor Rp 20 triliun akibat pencurian ikan


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Nilai kerugian negara akibat pencurian ikan sangat besar. Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelauatan dan Perikanan memperkirakan nilai kerugian itu mencapai Rp 20 triliun setiap tahun.

Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aji Sularso menjelaskan, nilai kerugian tersebut merupakan estimasi dari seluruh pencurian ikan oleh kapal-kapal asing dari berbagai negara. Ia mencontohkan, untuk kapal yang berasal dari Malaysia saja, berdasarkan hasil operasi pengawasan selama tahun 2009 tercatat ada 14 kasus kapal ikan yang melakukan pelanggaran di Indonesia. Sementara pada 2010, terdapat 10 kasus pelanggaran yang dalam proses hukum di perarian yang sama. Sayang, ia tak memaparkan ada berapa total kasus pelanggaran itu.

Aji mengatakan, penyelesaian tindak pidana pencurian ikan di perairan Indonesia atau pelanggaran yang dilakukan nelayan asing itu masih menggunakan versi hukum atau aturan masing-masing negara. Dia mengatakan, seharusnya pelaku pencurian itu ditindak sesuai undang-undang Indonesia agar tidak terulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×