kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Nasabah PT Exist Assetindo melapor ke Bareskrim


Senin, 17 Maret 2014 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Tips membuat tanaman hias tetap segar.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sebanyak 22 nasabah PT Exist Assetindo mendatangi Bareskrim Polri, melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan perusahaan yang bergerak di bidang investasi tersebut.

Dalam kasus tersebut, nasabah PT Exist Assetindo menuduh perusahaan sudah menggelapkan uang yang dikumpulkan dari 800 nasabah sebesar Rp 1,3 trilun.

Antonius Cristian Gunawan selaku Jurubicara nasabah yang juga marketing PT Exist Assetindo menuturkan permasalahan muncul setelah perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut gagal membayarkan keuntungan investasinya kepada para nasabah.

"Kita dijanjikan Juli, tetapi sampai sekarang bunga dan pokoknya belum ditepati," ucap Antonius di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2014).

Dikatakannya awalnya perusahaan yang berdiri sejak tahun 2008 tersebut selalu memenuhi kewajibannya kepada nasabah dengan membayar keuntungan sesuai dengan investasi yang ditanamkan nasabahnya. Pembayaran dilakukan ada yang setiap tiga bulan sekali dan enam bulan sekali, sesuai dengan jenis investasi yang dipilih nasabahnya.

Investasi yang ditanamkan nasabahnya pun bervariasi mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 20 miliar. "Ada 12% sampai 14% keuntungan net yang diterima nasabah," ucapnya.

Sementara Gustaf Matulessy yang juga ikut dalam pelaporan tersebut mengatakan modus yang dilakukan perusahaan tersebut menghimpun dana dari para nasabah dalam rangka membeli aset berupa properti. Tetapi hingga kini aset-aset yang dibeli perusahaan yang berkantor di Plaza Semanggi tersebut tidak ada.

Selain itu, perusahaan ini pun tidak memiliki izin menghimpun dana masyarakat yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bapepam. "Perusahaan hanya berdasarkan SIUP," ucap Gustaf. (Adi Suhendi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×