kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

MTI: Sekitar 10% pengguna BBM non subsidi beralih ke subsidi


Senin, 16 Mei 2011 / 13:34 WIB
MTI: Sekitar 10% pengguna BBM non subsidi beralih ke subsidi
ILUSTRASI. 5 Strategi investasi ala Warren Buffett yang patut dicoba para investor. (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can


JAKARTA. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan semakin besar akibat kenaikan harga BBM non subsidi sebesar Rp 200 per liter. Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit memperkirakan, pemakai BBM subsidi akan semakin besar.

Dia meramalkan ada sekitar 10%-15% pengguna BBM non subsidi akan beralih ke BBM subsidi. Menurutnya, kaum yang beralih itu diklasifikasikan sebagai kaum sensitif harga.

Karena itu, Danang berharap pemerintah untuk mengurangi subsidi. Namun, jika pemerintah bertujuan merasionalkan pengguna premium serta mendorong penggunaan angkutan umum, dia berpendapat, kemungkinan besar tidak efektif. "Jadi tergantung tujuan pemerintah apa," ujarnya, Senin (16/5).

Asal tahu saja, per 15 Mei lalu, pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi. Untuk jenis Pertamax, harganya naik menjadi Rp 9.250 per liter. Sementara, untuk jenis Pertamax plus naik menjadi Rp 9.550 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×