kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Morgan Stanley prediksi dunia masuki resesi pada semester I 2020


Kamis, 19 Maret 2020 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The corporate logo of financial firm Morgan Stanley is pictured on a building in San Diego, California, Sept. 24, 2013. REUTERS/Mike Blake/File Photo


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Meskipun respon kebijakan akan memberikan perlindungan  downside  (jaring pengaman nilai investasi), kerusakan mendasar dari dampak Covid-19 serta semakin ketatnya kondisi finansial akan memberikan benturan berarti pada perekonomian global.

Ekonomi China diprediksi akan mengalami kondisi terburuk pada kuartal I-2020 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi -5% yoy.

Namun pada kuartal kedua dan seterusnya, perekonomian China diperkirakan akan mulai berekspansi sehingga sepanjang tahun ini kemungkinan mencatat pertumbuhan 4% yoy.

Sementara negara lainnya, seperti AS, Eropa, dan negara emerging markets diproyeksi akan mengalami kondisi terburuk pada kuartal II-2020. Ekonomi AS akan mengalami kontraksi -4% yoy di kuartal kedua, dan pulih secara lambat sehingga akhir tahun diprediksi tumbuh 0,6% yoy.

Baca Juga: Redam virus corona, Thailand batalkan pemberian visa kedatangan untuk 18 negara

Adapun Morgan Stanley melihat Eropa sebagai kawasan yang akan paling terdampak dengan pertumbuhan setahun penuh berkontraksi di -5,0% yoy. Kondisi pertumbuhan ekonomi terburuk Eropa ialah pada kuartal II-2020 di mana proyeksinya bisa terkontraksi dalam hingga -12,3% yoy.

Untuk Indonesia, Morgan Stanley memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini hanya akan mencapai 4,6% yoy. Pertumbuhan terburuk akan terjadi di kuartal II-2020 yaitu hanya sebesar 4,2% yoy.

Adapun ke depan, risiko berupa berlanjutnya Covid-19 dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi kredit pasar. Morgan Stanley memantau dua faktor risiko utama, yaitu durasi Covid-19-terkait disrupsi ekonomi, dan durasi dislokasi dalam pasar finansial terutama kredit.  

Baca Juga: Cegah penyebaran virus corona, simak rencana kontigensi yang dilakukan Wall Street

"Jika disrupsi yang diakibatkan Covid-19 berlanjut hingga kuartal III-2020, resesi yang lebih dalam akan terjadi dengan rata-rata pertumbuhan global 2020 sebesar -0,6% yoy,” tulis Chetan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×