kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Mixed Traffic Warnai Perjalanan Busway Koridor VIII


Senin, 23 Februari 2009 / 12:43 WIB


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejak Sabtu (21/2) lalu, busway Koridor VIII mulai dioperasikan. Pihak busway pun gencar melakukan iklan untuk mengajak warga Jakarta menggunakan kendaraan umum yang paling cepat itu. Tulisan "Stress karena macet? Beralihlah ke Bus Transjakarta" banyak terpampang di spanduk-spanduk di sepanjang halte busway koridor VIII Lebak Bulus.

Dapat dikatakan, koridor paling bungsu busway ini sudah ditunggu-tunggu warga Jakarta Selatan dan Barat sejak dulu. Pasalnya, dengan jalur sepanjang kurang lebih 26 kilometer ini bisa menembus Lebak Bulus hingga kawasan Daan Mogot hanya dalam waktu kurang lebih 60 menit. Jarak tempuh tersebut berlaku jika lalu lintas tidak macet.

Namun, jika lalu lintas tidak bersahabat, perjalanan bisa molor hingga 80 menit. Jantung kemacetan ada di Jalan Arteri Pondok Indah, pasar Jumat, Jalan Iskandar Muda (Tanah Kusir- Kodim) dan jalan Panjang (Permata hijau- Arteri Kedoya).

Jalur busway koridor VIII relatif sama sulitnya dengan Busway koridor VII (kampung Melayu- Kampung Rambutan) . Bagaimana tidak, hampir seperempat jalur ini tidak dilengkapi separator. Hasilnya, mixed traffic terjadi di mana-mana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×