kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Miranda Mengaku Tidak Mengetahui Borok Century


Rabu, 23 Desember 2009 / 10:26 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Panitia Khusus Hak Angket Bank Century tampak kurang puas saat memeriksa mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom, kemarin. Dalam pemeriksaan kedua itu, Miranda masih saja berkelit.

Suasana sempat memanas ketika Gayus Lambuun, Wakil Ketua Pansus Century, melontarkan pertanyaan soal langkah BI menangani pelanggaran yang dilakukan pemilik Bank Century, antara lain pelanggaran batas minimum pemberian kredit (BMPK), kepemilikan surat-surat berharga dan L/C fiktif. “Ketika sudah ramai, saya baru tahu ada pelanggaran-pelanggaran itu,” ujar Miranda dalam rapat Pansus Hak Angket kasus Bank Century, Selasa (22/12)

"Saya justru baru mengetahuinya dari media dan beberapa teman," katanya. Tentu saja, hal ini membuat Gayus berang. Menurutnya, fakta ini sungguh ironis. Bagaimana mungkin seorang Deputi Gubernur Senior BI sama sekali tidak mengetahui kasus di Bank Century yang belakangan direkomendasikan untuk diselamatkan.

Gayus juga mengaku heran, kalaupun Miranda memang tidak tahu tentang pelanggaran Bank Century, mengapa ia tidak berusaha mencari tahu. Sebab, jabatan Miranda adalah Deputi Gubernur Senior yang mestinya juga mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×