CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Merasa jengkel, Jokowi: Banyak yang anggap biasa-biasa saja, padahal ini krisis!


Senin, 29 Juni 2020 / 03:49 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/wsj.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah persiapan memasuki era kenormalan baru atau new normal, wacana perombakan kabinet atau reshuffle kembali menggema. Isu ini bahkan diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam sebuah rapat kabinet tertutup.

Presiden mengungkapkan kembali rencana reshuffle ini saat memberi arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6) lalu.

Dalam video unggahan Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan situasi krisis yang dihadapi Indonesia dan sejumlah negara akibat pandemi virus corona (Covid-19). Situasi tersebut harus dipahami oleh setiap menteri yang bekerja di bawahnya. Sebab, jika tidak, presiden tidak segan untuk melakukan reshuffle.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Jokowi perlu nasihat agama, harusnya Maruf Amin dijadikan penasihat

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ, ini engga punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Minggu (28/6).

Memang Presiden Joko Widodo tidak menunjuk secara spesifik instansi atau institusi mana yang dia anggap tidak peduli dengan krisis akibat virus corona di Indonesia sehingga membuat dirinya jengkel dan mengancam reshuffle.

Berdasarkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ekonomi dunia akan mengalami kontraksi 6% hingga 7,6%. Prediksi ekonomi yang terkoreksi juga disampaikan bank dunia hingga 5%.

Baca Juga: Jokowi: Asal untuk rakyat, saya pertaruhkan reputasi politik saya

Kondisi tersebut harus dipahami oleh pejabat negara. Jokowi bilang, pejabat negara memiliki tanggung jawab terhadap 267 juta penduduk Indonesia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×