Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi /Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Rosan Roeslani menyatakan pemerintah tengah menyiapkan pembaruan besar pada sistem perizinan berusaha Online Single Submission (OSS) dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses perizinan sekaligus meningkatkan transparansi dan kepastian bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Indonesia.
"Sistem yang baru ini akan menggunakan AI, blockchain dan yang lain-lainnya, dan di tahun ini akan bisa mulai berjalan," ujar Rosan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos Triwulan II Cair, Paling Lambat Akhir Bulan
Rosan mengakui dalam beberapa bulan terakhir sistem OSS sempat mengalami kendala, terutama setelah pemerintah melakukan integrasi penuh dengan berbagai kementerian dan lembaga.
Integrasi tersebut dilakukan seiring implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang mengharuskan sistem OSS terhubung secara otomatis dengan 18 kementerian.
Menurut Rosan, integrasi tersebut membuat sistem menjadi lebih kompleks karena seluruh proses perizinan kini harus terkoneksi lintas kementerian secara digital.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya menyetujui tambahan anggaran guna memperkuat infrastruktur sistem OSS. Dengan dukungan pendanaan tersebut, pengembangan teknologi baru kini mulai dilakukan.
Selain itu, sistem OSS yang diperbarui juga diharapkan mampu menekan potensi praktik negatif yang selama ini kerap muncul dalam proses perizinan manual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













