kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menteri Pertanian bingung soal kasus Presiden PKS


Kamis, 31 Januari 2013 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Vaksinasi Covid-19


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono mengaku bingung atas dugaan korupsi yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Dia menilai, masalah impor daging sapi sudah selesai.

Suswono yang juga kader PKS mengaku belum mengetahui kasus yang membelit pimpinan partainya itu. "Karena kalau terkait impor daging, ini sebetulnya sudah selesai. Baik kuotanya, juga alokasinya," katanya, Kamis (31/1).

Pada 2013 ini, pemerintah sudah memutuskan kuota daging impor sebanyak 80.000 ton. Pemerintah pun sudah menetapkan kriteria perusahaan importir yang mendapatkan jatah. "Ada kriterianya, skornya sehingga masing-masing perusahaan yang mengajukan nanti dia mendapatkan kuota sesuai alokasi, sesuai skor yang dia miliki," ucapnya.

Menurut Suswono, kasus daging impor sapi ini muncul secara mendadak. Dia merasa agak aneh dengan munculnya kasus tersebut.

Pekan lalu, Suswono sendiri sudah mengirimkan surat ke Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk tidak lagi menambah kuota impor daging sapi. Pasalnya, sejumlah daerah yang dikenal sebagai produsen daging menyatakan kesiapannya mensuplai kebutuhan daging.

Kasus ini muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan tiga orang yang bertransaksi di Hotel Le Meredien, Jakarta. KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 1miliar.

Dari penangkapan ini, KPK kemudian menetapkan Luthfi sebagai tersangka. KPK menduga Luthfi turut terlibat dalam kasus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×