kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Menlu: Dampak penyadapan tidak dapat diremehkan


Rabu, 20 November 2013 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Pergerakan saham Bursa Efek Indonesia.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pihak Australia seharusnya tidak meremehkan mengenai dampak yang akan terjadi di Indonesia akibat adanya penyadapan. Pihak Australia harusnya bisa terus mengembangkan sikap dan posisinya.

"Saya kira pihak Australia perlu terus mengembangkan sikap dan posisinya. Karena ini terus terang sesuatu yang tidak bisa dikecilkan atau diremehkan dampaknya," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Australia, kata Marty, semestinya juga mencari jalan penyelesaian yang baik agar hubungan yang sudah terjalin baik sebelumnya dengan Indonesia dapat pulih kembali.

"Intinya, sekali lagi, ini bukan kita yang bawa masalah ini, melainkan pihak Australia. Sehingga pihak Australia yang harus cari jalan penyelesaian ini dengan baik," kata Marty.

Lebih jauh Marty mengatakan sikap Indonesia tegas menanggapi persoalan penyadapan. Salah satunya dengan memanggil pulang Dubes RI untuk Australia .

Selain itu, menurutnya, pemerintah juga akan terus ambil langkah-langkah evaluasi secara terukur mengenai hubungan Indonesia - Australia secara umum.

"Bukan cuma di bidang pertukaran informasi dan intelijen," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×