kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menko Luhut: Kenaikan Harga BBM Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden


Jumat, 02 September 2022 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah tetap berencana menaikkan harga BBM bersubsidi


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tampaknya bakal tetap terjadi. Apalagi rumor rencana kenaikan harga Pertalite dan Solar sudah semakin menguat dari hari ke hari.

Rencana kenaikan harga BBM subsidi ini kembali diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, ketika menghadiri Simposium dan Expo UMKM Binaan Pesantren di Banyuwangi, Kamis (1/9).

Luhut mengatakan, harga BBM akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Namun, mengenai kepastikan waktu masih menunggu pengumuman langsung dari Presiden Joko Widodo.

Ia juga menambahkan, kenaikan harga BBM sudah melalui tahap kajian dan penghitungan yang matang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tenang dan menerima apapun yang telah menjadi kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Ini Penjelasannya

“Kalau pemerintah buat kebijakan ke depan, misalnya akan diputuskan kenaikan BBM, karena itu sudah dipertimbangkan yang terbaik,” ujar Luhut, dalam siaran Youtube Kabupaten Banyuwangi (1/9).

“Dan semua bantalan-bantalan sudah disiapkan. Kapan itu? Kita tunggu saja nanti Pak Presiden,” lanjut Luhut.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Isu yang berkembang untuk harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, sementara Solar naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 7.200 per liter.

Namun memasuki bulan September 2022, PT Pertamina (Persero) justru melakukan penurunan harga terhadap bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Di mana penurunan harga BBM non subsidi ini berlaku di seluruh provinsi di Indonesia. Sedangkan BBM subsidi Pertalite, Solar dan termasuk Pertamax, masih mengacu pada harga lama.

Penulis : Dio Dananjaya
Editor : Agung Kurniawan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Sebut Kenaikan Harga BBM Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×