kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.022   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.177   180,02   3,60%
  • KOMPAS100 663   31,95   5,06%
  • LQ45 516   27,94   5,72%
  • ISSI 177   5,12   2,97%
  • IDX30 290   16,87   6,17%
  • IDXHIDIV20 380   23,10   6,47%
  • IDX80 76   3,84   5,30%
  • IDXV30 106   5,59   5,55%
  • IDXQ30 96   6,12   6,82%

Menkeu Sri Mulyani sudah amankan cadangan anggaran vaksinasi Rp 54,4 triliun


Selasa, 22 Desember 2020 / 06:25 WIB


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Penetapan target jumlah penduduk ini sesuai dengan rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia atau Wordl Health Organization (WHO) maupun saran dari persatuan ahli pandemi guna mencapai herd immunity.

"Ada yang merekomendasikan target sebesar 70% dari jumlah penduduk yang harus divaksinasi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 hingga akhir November 2020, Senin 21 Desember 2020.

Dengan asumsi target vaksinasi sebanyak 70% dari jumlah penduduk agar tercapai kekebalan masyarakat atau herd immunity, maka paling sedikit harus melakukan vaksinasi sebanyak 182 juta orang. 

Kedua, Kementerian Kesehatan harus menetapkan berapa banyak dosis vaksin yang harus disuntikkan kepada setiap orang. "Kalau sekarang rata-rata vaksin dua kali suntik, berati membutukan 182 juta kali 2 dosis," kata Menkeu.

Ketiga, Kementerian Kesehatan bersama dengan Kementerian BUMN terutama Bio Farma harus memastikan berapa besar efektivitas atau evikasi dari vaksin virus corona Covid-19 yang akan disuntikkan tersebut.

"Kalau evikasi 90% maka vaksin harus disediakan lebih dari 100% atau di tambah 10% dari 182 juta agar tercapai target 70% tadi," tambah Menkeu.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU

[X]
×