kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Intip Enam Sektor Strategis yang Jadi Incaran Danantara untuk Investasi Global


Selasa, 20 Oktober 2026 / 05:48 WIB
Intip Enam Sektor Strategis yang Jadi Incaran Danantara untuk Investasi Global
ILUSTRASI. Danantara membuka peluang investasi global di enam sektor industri strategis melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia membuka peluang investasi global di enam sektor industri strategis melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang akan berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta.

Forum ini dirancang untuk mempertemukan investor global, perusahaan teknologi, ilmuwan, dan pelaku industri guna menghubungkan kebutuhan industri nasional dengan teknologi, riset, serta modal jangka panjang.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026 Sigit Puji Santosa mengatakan, forum ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri berbasis teknologi dan inovasi yang didukung investasi jangka panjang.

Baca Juga: Kejar Target 350.000 KPR FLPP, Jajaran BP Tapera Turun Gunung

“DTIIF 2026 merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia membangun ekosistem industri berbasis teknologi dan inovasi yang didukung investasi jangka panjang,” ujar Sigit dalam konferensi pers DTIIF 2026 di Wisma Danantara, Senin (19/10/2026).

Menurut Sigit, pengembangan industri nasional bertumpu pada ketersediaan sumber daya, besarnya permintaan pasar domestik dan regional, serta penguasaan teknologi dan inovasi. Danantara ingin menawarkan peta jalan pengembangan industri dan talenta kepada investor global.

Enam sektor yang menjadi fokus investasi meliputi energi, pertanian, pangan dan kesehatan, material maju dan semikonduktor, transportasi dan infrastruktur, keuangan dan perbankan, serta kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital dan telekomunikasi.

Melalui DTIIF 2026, Danantara juga akan memaparkan portofolio, investasi unggulan, serta peluang proyek kepada calon mitra. 

Rangkaian kegiatan mencakup sesi pleno, pameran sektoral, presentasi proyek investasi, penjajakan bisnis, dan pertemuan bilateral.

Danantara menargetkan, lebih dari 1.500 peserta dalam forum tersebut. 

Target peserta mencakup 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN).

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, IKAPPI DKI Jakarta Sorot Harga Sembako

Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei mengatakan, forum ini diarahkan untuk menghasilkan kerja sama investasi yang dapat ditindaklanjuti menjadi proyek konkret.

“Melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan solusi teknologi, dan kerja sama investasi, kami ingin mendorong pemanfaatan sumber daya serta meningkatkan nilai tambah industri nasional,” ujar Ricardo.

Ricardo menegaskan, setiap kemitraan yang terbentuk perlu disertai rencana aksi agar forum tersebut tidak berhenti pada penjajakan kerja sama.

“Kami tidak ingin forum ini berhenti pada acara tiga hari. Setiap kemitraan yang disepakati harus dilengkapi rencana aksi yang jelas, termasuk langkah yang akan dijalankan oleh masing-masing pihak, sehingga forum ini memberikan kontribusi nyata bagi percepatan industrialisasi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, keterlibatan pemangku kepentingan global diperlukan untuk membangun kepercayaan terhadap peluang investasi teknologi dan inovasi di Indonesia.

“Untuk membangun kepercayaan, kita perlu memperluas keterlibatan dengan para pemangku kepentingan global. Melalui platform seperti DTIIF dan New Asia Forum (NAF), kami berharap mereka dapat memahami bagaimana Danantara Indonesia berupaya mengembangkan investasi di bidang teknologi dan inovasi, sehingga kepercayaan yang lebih kuat dapat terbangun,” ujar Pahala.

Ia menambahkan, Danantara mencari mitra yang tidak hanya memiliki modal, tetapi juga keunggulan teknologi, talenta, dan tata kelola yang baik.

Baca Juga: BGN Integrasikan CCTV dan AI di 70 Dapur MBG, Tekan Biaya Pengadaan

“Persaingan saat ini bukan hanya soal modal, tetapi juga soal teknologi dan talenta. Karena itu, mitra yang kami cari harus memiliki keunggulan tersebut serta disiplin tata kelola yang baik, sebagaimana yang juga kami tekankan di Danantara,” katanya.

DTIIF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) pada 3–4 Desember 2026 di Bali. 

Danantara Indonesia bertindak sebagai mitra pendiri forum yang berada di bawah  Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Melalui NAF, Danantara akan memperluas agenda kolaborasi dan investasi ke tingkat Asia. Kemitraan yang terbentuk dalam DTIIF diharapkan menjadi landasan bagi pembahasan lanjutan dalam forum regional tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×