kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Menkeu minta ekonom jadi jubir Tax Amnesty


Kamis, 11 Februari 2016 / 14:41 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta sejumlah ekonom untuk turut membantu pemerintah mensosialisasikan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang rencananya akan diberlakukan mulai tahun ini.

Bambang menyebut, banyak keuntungan yang akan didapat dari penerapan kebijakan tersebut, yaitu tambahan penerimaan pajak, perluasan basis perpajakan, dan adanya repatriasi uang di Indonesia dari luar negeri yang dapat menggerakkan roda ekonomi nasional.

"Saya harap Bapak dan Ibu bisa jadi "jubir" (juru bicara) sosialisasi. Yang penting apa manfaat tax amnesty buat ekonomi," kata Bambang dalam acara Kick Off Meeting Forum Ekonom Kementerian Keuangan di kantornya, Kamis (11/2).

Selain Bambang, acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemkeu Hadiyanto, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara dan para ekonom Kementerian Keuangan, yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, FEB Unpad..

Menurut Bambang, dengan adanya repatriasi aset bisa berdampak pada longgarnya likuiditas, penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan investasi langsung. Tak hanya itu, dengan repatriasi aset akan bisa mengurangi porsi kepemilikan asing dalam surat utang negara (SUN)  yang saat ini masih sekitar 38%.

"Jadi kami coba sebaik mungkin jelaskan ke masyarakat bahwa ini beyond tax revenue. Ini juga soal pertumbuhan dan stabilitas ekonomi ," kata Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×