kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Menkeu: Kami masih berpedoman inflasi 6,8%


Senin, 23 April 2012 / 22:40 WIB
ILUSTRASI. Prajurit Korps Marinir Rusia dari Kaspia Flotilla melakukan pelatihan amfibi laut di kompleks pelatihan Scorpion, Rusia, 17 Desember 2020.


Reporter: Herlina KD | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah mulai menyiasati pembengkakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan melakukan pembatasan BBM. Meski subsidi bisa BBM bisa ditekan, tetapi pembatasan bisa berdampak pada inflasi.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih berdiskusi mengenai dampak inflasi akibat pembatasan BBM ini. "Kami sekarang berpedoman dengan hitungan inflasi kisaran 6,8% seperti dalam APBNP 2012," kata Agus di Jakarta, Senin (23/4).

Seperti diketahui, dalam APBNP 2012, pemerintah mematok asumsi inflasi 6,8%. Angka ini lebih tinggi ketimbang asumsi inflasi yang dipatok dalam APBN 2012 yang sebesar 5,3%.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai, semula BI memperkirakan inflasi sekitar 4,4% jika tak ada kenaikan harga BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×