kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Menkeu: Kami masih berpedoman inflasi 6,8%


Senin, 23 April 2012 / 22:40 WIB
Menkeu: Kami masih berpedoman inflasi 6,8%
ILUSTRASI. Prajurit Korps Marinir Rusia dari Kaspia Flotilla melakukan pelatihan amfibi laut di kompleks pelatihan Scorpion, Rusia, 17 Desember 2020.


Reporter: Herlina KD | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah mulai menyiasati pembengkakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan melakukan pembatasan BBM. Meski subsidi bisa BBM bisa ditekan, tetapi pembatasan bisa berdampak pada inflasi.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih berdiskusi mengenai dampak inflasi akibat pembatasan BBM ini. "Kami sekarang berpedoman dengan hitungan inflasi kisaran 6,8% seperti dalam APBNP 2012," kata Agus di Jakarta, Senin (23/4).

Seperti diketahui, dalam APBNP 2012, pemerintah mematok asumsi inflasi 6,8%. Angka ini lebih tinggi ketimbang asumsi inflasi yang dipatok dalam APBN 2012 yang sebesar 5,3%.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai, semula BI memperkirakan inflasi sekitar 4,4% jika tak ada kenaikan harga BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×