kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menhub: Rencana bangun pabrik rel kereta api masih butuh waktu


Senin, 08 Oktober 2018 / 08:08 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Kereta Api INKA


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan saat ini rata-rata tingkat komponen dalam negeri (TKDN) moda kereta api mencapai 45%. Sebelumnya, untuk meningkatkan TKDN, pemerintah berencana membangun pabrik rel.

Menhub juga tengah mengkaji TKDN dalam proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Untuk itu Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus melakukan pemantauan.

"Secara prinsip TKDN menjadi spirit untuk kita semua tidak hanya terbatas pada kereta api saja, bahkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI pun saya mendorong TKDN menjadi concern," kata Budi di Jakarta, Jumat (5/10).

Adapun rencana pembangunan pabrik rel demi memenuhi tingkat TKDN, Menhub menyebut saat ini masih butuh kajian lebih lanjut. Di antaranya ketersediaan dari PT Krakatau Steel Indonesia (Persero) yang diakuinya masih belum maksimal.

"Saya juga minta kereta kapsul dibuat dan mendorong sekali. Kalau kereta kapsul merupakan inovasi dari anak bangsa itu terjadi, maka TKDN-nya mungkin lebih dari 50%, karena sekarang rata-rata TKDN kereta api 45%," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×