kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mengejar target penyaluran KUR Rp 110 T tahun ini


Minggu, 04 Juni 2017 / 14:36 WIB
Mengejar target penyaluran KUR Rp 110 T tahun ini


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pada tahun 2017, pemerintah menargetkan penyaluran dana sebanyak Rp 110 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk memantau penyaluran dana tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution memanggil sejumlah pejabat bank BUMN, Jumat (2/6) lalu.

Usai pertemuan, Direktur Ritail Banking Bank Mandiri, Tardi menjelaskan pembahasan dalam pertemuan tersebut mengatur strategi soal penyaluran KUR yang menyasar pada sektor produktif.

"Tadi Pak Darmin hanya ingin ngobrol soal bagaimana agar mendapatkan penyaluran KUR ke sektor produktif sebanyak 40%,"katanya, di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2/6) lalu.

Ia menyebutkan ada beberapa strategi untuk menyasar sektor produksi. Salah satunya yaitu melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang bersedia menjadi penyalur langsung ke sektor produksi.

"Kerja sama dengan beberapa perusahaan besar, supaya bersedia jadi off-taker dan advicer di sektor produktif. Yang paling susah itu kan di bagian dasarnya, kalau ada off taker-nya bisa aman," tuturnya.

Hingga Mei 2017, Bank Mandiri sendiri memastikan telah menyalurkan KUR sebesar Rp 4,75 triliun dari total anggaran Rp 13 triliun. Penyaluran KUR untuk sektor produktif sudah mencapai 42%. Sektor produktif di antaranya sektor pertanian, perikanan, dan pengolahan.

Di waktu yang berbeda, Direktur Bank BNI Catur Budi Harto mengatakan, target penyaluran KUR BNI hingga akhir tahun sebesar Rp 12 triliun. Upaya yang dilakukan pun, hampir sama, yakni dengan melakukan kerja sama dengan korporasi yang bersedia menyalurkan langsung ke debitur.

"Tadi diminta realisasi soal proporsi 40% ke sektor produksi dan perdagangan. BNI sendiri sudah menyalurkan 38% sampai hari ini. Dan kami siap, karena ada sistem itu, contohnya seperti kartu tani di Jawa Timur,” pungkas Catur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×