kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.903   156,37   2,72%
  • KOMPAS100 781   21,62   2,85%
  • LQ45 588   18,68   3,28%
  • ISSI 202   5,22   2,65%
  • IDX30 334   11,47   3,55%
  • IDXHIDIV20 411   13,32   3,35%
  • IDX80 88   2,19   2,54%
  • IDXV30 111   2,64   2,43%
  • IDXQ30 107   3,16   3,04%

Mengapa pemerintah mengurangi SBN ritel tahun 2020? Ini kata ekonom


Senin, 16 Desember 2019 / 20:29 WIB
ILUSTRASI. Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan berencana mengurangi frekuensi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun depan menjadi hanya enam sampai delapan kali saja. 

Alasannya, pemerintah ingin melakukan penerbitan dengan waktu ( timing) yang lebih strategis berdasarkan hasil evaluasi penerbitan SBN Ritel sepanjang 2019 yang mencapai sepuluh kali penerbitan. 

Baca Juga: Ekspansi gerai Reserve di Medan, Starbucks kini punya 433 gerai

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, keputusan pemerintah mengurangi frekuensi penerbitan SBN Ritel cukup logis. Pasalnya, realisasi penjualan SBN Ritel sepanjang tahun ini juga di bawah target yaitu hanya Rp 49,89 triliun.

“Mungkin ini juga sebagai langkah mitigasi risiko likuiditas sektor perbankan di tahun depan meski memang Bank Indonesia sudah lakukan banyak kebijakan pelonggaran,” tutur Josua, Senin (16/12). 

Sementara,  Ekonom Center of Reform on Economics ( Core ) Indonesia  Yusuf Rendy Manilet menduga kebijakan pemerintah mengurangi penerbitan SBN Ritel bertujuan untuk menjaga daya beli dan konsumsi untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tahun depan. 

Baca Juga: Tahun depan, SBN rupiah dominasi penerbitan surat utang pemerintah

Seperti yang diketahui, tahun 2020 terdapat sejumlah  penyesuaian yang berdampak pada kenaikan inflasi, antara lain kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik dari golongan rumah tangga 900 VA, menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan, serta menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran rokok mulai tahun.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×