kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mendagri: Single Identity Number Butuh Rp 6 Triliun


Kamis, 29 Oktober 2009 / 16:20 WIB


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Rencana Pemerintah membuat single identity number (SIN) alias nomor identitas tunggal untuk data kependudukan terus bergulir. Kali ini, Pemerintah sedang memutar otak bagaimana mendanai teknologi itu.

Sebab, menurut Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi identitas tunggal itu adalah pekerjaan rumah yang memakan dana cukup besar. "Disampaikan pada saya dalam hitungan kasar pengajuan anggaran, bisa lebih dari Rp 6 triliun," ujarnya usai pembukaan Indonesia Summit di Gedung Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10).

Guna mencari solusi terhadap masalah pendanaan, Gamawan bersama Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Negara Riset dan teknologi akan membahasnya bersama Wakil Presiden, Boediono. Jika tak ada perubahan jadwal, kata Gamawan, pertemuan itu digelar tanggal 3 November nanti.

Rencananya, salah satu materi itu akan membahas apakah sebagian pendanaannya akan mengandalkan bantuan investasi asing ataukah murni sepenuhnya dari anggaran pemerintah. Selain itu, membahas juga mengenai mekanisme berlakunya, apakah secara bertahap atau serentak

Menurut mantan Gubernur Sumatera Barat itu, sejumlah perusahaan sudah menawarkan jasanya untkuk terlibat dalam proyek nomor identitas tunggal. Namun, Gamawan enggan menyebutkan identitas perusahaan itu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×