kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Mendagri janji optimalkan pengawasan dana desa


Kamis, 03 Agustus 2017 / 14:20 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Dana desa yang ditujukan pemerintah pusat sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi masih kerap diselewengkan. Memasuki tahun ketiga dan menelan dana hingga Rp 100 triliun malah jadi ajang korupsi.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyatakan dana desa menjadi lahan rawan korupsi. Meski sudah dilengkapi sistem pencegahan dikorupsi. Namun Mendagri akui masih ada kelemahan dalam implementasi sistem.

Ia menyatakan hal ini diperlukan evaluasi aparatur perangkat desa. Sayangnya, Tjahjo bilang hal tersebut masih berbenturan dengan aturan masing-masing daerah. Tapi ia berjanji akan mempercepat peningkatan kualitas aparatur daerah.

Tjahjo menegaskan peningkatan kualitas tersebut meliputi menggerakkan organisasi masyarakat desa. Selanjutnya, cara manajemen desa, menyusun program perencanaan desa, dan pertanggungjawaban keuangan desa.

"Menyusun peraturan di desa harus terpadu dan itu akan kita tatar," katanya di Gedung Manggala Wannabakti, Kamis (3/8).

Tak hanya itu, pemerintah pusat dipastikan akan memperkuat monitoring implementasi dana desa. Kepala daerah harus bertanggung jawab jadi pengawas dana desa.

"Harus melibatkan pemda, kita akan optimalkan dan lebih efektifkan pemda mengawasi dana desa," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×