kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.991   -2,00   -0,01%
  • IDX 9.153   19,19   0,21%
  • KOMPAS100 1.261   -2,29   -0,18%
  • LQ45 890   -2,82   -0,32%
  • ISSI 336   1,35   0,40%
  • IDX30 456   0,58   0,13%
  • IDXHIDIV20 539   0,98   0,18%
  • IDX80 140   -0,38   -0,27%
  • IDXV30 150   0,96   0,64%
  • IDXQ30 146   0,17   0,11%

Menakar Upah Layak Kaum Buruh, Analis Sebut Masih Terbilang Rendah


Senin, 05 Februari 2024 / 18:50 WIB
Menakar Upah Layak Kaum Buruh, Analis Sebut Masih Terbilang Rendah
Pekerja menyeberang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Menakar Upah Layak Kaum Buruh, Analis Sebut Masih Terbilang Rendah


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

Ronny bilang, pendapatan tambahan tersebut akan digunakan oleh penerima UMP untuk menormalisasi konsumsi mereka, yang ujungnya akan memberikan multiplayer effect kepada perekonomian, terutama melalui konstribusi konsumsi RT kepada pertumbuhan. 

"Tapi lagi-lagi penambahan kontribusinya tentu tidak terlalu besar, setidaknya bisa menahan agar konstribusi konsumsi RT tidak terus berlanjut turun," ungkapnya.

Adapun, bansos dalam bentuk PKH dan BLT non tunai, termasuk subsidi pendidikan, kesehatan, dan tidak memangkas subsidi energi dulu, bisa meringankan beban pengeluaran pekerja.

Baca Juga: Dorong Laju Ekonomi Di Atas 7%, Ganjar: Kita Butuh Peran Pengusaha

"Sehingga kenaikan UMP bisa digunakan untuk menormalisasi pola konsumsi mereka yang sempat tertekan akibat berbagai kenaikan harga di tahun lalu," sambungnya.

Sementara untuk kelompok miskin dan rentan miskin, bansos berupa cash transfer bisa digunakan untuk sementara waktu, sampai tekanan ekonomi mereda. 

"Tapi lebih dari itu, program pemberdayaan sosial, peningkatan SDM, dan perluasan kesempatan kerja adalah langkah terbaik untuk menurunkan angka kemiskinan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×