kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Menagih Janji Rupiah


Jumat, 26 Desember 2008 / 16:06 WIB


Sumber: KONTAN |

JAKARTA. Masih ingat wacana wajib menggunakan rupiah sebagai alat transaksi? Gagasan yang dilontarkan pemerintah ketika dolar mengamuk dua bulan lalu, sejalan dengan keinginan para pelaku usaha di bidang teknologi informasi (TI). Para pebisnis TI ternyata sudah mendamba sejak lama, jauh sebelum kontraksi mata uang terjadi.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) penggunaan mata uang hijau sebagai alat transaksi produk-produk TI, sangat mempengaruhi sisi permintaan.

"Psikologis masyarakat cepat terganggu. Ketika dolar naik, mereka umumnya menahan konsumsi. Padahal harga riil produknya tidak berubah bahkan cenderung turun," kata Suhanda.

Apkomindo sendiri sudah berkomitmen untuk bertransaksi dengan memakai rupiah. “Kami akan berupaya untuk menerapkannya dari hulu sampai ke hilir. Kami sudah menunjukkan komitmen pada pelaksanaan Indocomtech lalu. Semuanya pakai rupiah,” tutur Suhanda.

Sambil menunggu kejelasan sikap pemerintah, Apkomindo juga bergerilya ke para prinsipal. "Kami mengimbau mereka untuk menggunakan mata uang lokal sebagai alat transaksi,” ujar Setyo Handoyo Singgih, Sekretaris Jenderal Apkomindo. Selama kegiatan bisnis mereka dilakukan di sini, ungkap Setyo, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan mata uang lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×