Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai 2,21% hingga 2,99% dari PDB pada 2029 mendatang. Target ini meningkat dari 2025 yang mencapai 2,11% dari PDB.
Hal tersebut tertuang dalam, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 12 Tahun 2025.
Untuk mencapai target PNBP tersebut, pemerintah masih akan mengandalkan optimalisasi dari pemanfaatan aset barang milik negara, pengelolaan PNBP sumber daya alam (SDA), serta peningkatan antar instansi pemerintah.
“Pemerintah akan melakukan pembenahan tata kelola untuk mendorong optimalisasi dengan menjaga kualitas layanan publik, mendorong transparansi dan akuntabilitas,” mengutip belied tersebut, Kamis (27/2).
Baca Juga: Rasio Utang Indonesia Meningkat, Setoran PNBP Perlu Digenjot
Menariknya pemerintah masih akan mendorong pendapatan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong PNBP.
Padahal pasca diresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Senin (24/2) lalu, dividen BUMN nantinya akan disetorkan ke lembaga baru tersebut. Artinya, penerimaan PNBP berpotensi meleset dari yang ditargetkan.
Adapun target PNBP pada 2025 yang direncanakan 2,11% dari PDB, serta 2,21% dalam batas bawah pada 2029, tercatat lebih rendah dari realisasi sementara PNBP pada 2024 yang mencapai 2,61% dari PDB.
Rencananya untuk tahap awal, terdapat 7 BUMN jumbo di Tanah Air yang bakal dikelola Danantara. Tujuh BUMN tersebut adalah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).
BUMN tersebut seperti dari sektor perbankan merupakan BUMN yang menyetor dividen paling banyak ke negara.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, semua BUMN akan masuk ke Danantara secara bertahap.
"Nanti yang masuk ke Danantara ini adalah keseluruhannya, bukan hanya tujuh BUMN. Dan memang kita akan coba tingkatkan, memang ada stage-stage-nya gitu ya," ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/2).
Baca Juga: Layanan Pertanahan Capai 8 Juta Berkas dan Hasilkan PNBP Rp 2,9 Triliun
Ke depannya, pihaknya akan mengkaji dan mengevaluasi semua BUMN yang akan masuk ke Danantara. Bersamaan dengan itu, juga akan dilakukan berbagai penyempurnaan.
Dalam kesempatan berbeda, COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, pengonsolidasian semua BUMN ini ditargetkan selesai sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) Danantara pada akhir Maret 2025.
"Sebelum RUPS sudah harus diinbrengkan ke Danantara. (RUPS) bulan Maret ini, akhir Maret ini sudah (masuk)," ujarnya di Jakarta, Senin (24/2).
Baca Juga: Setoran Dividen BUMN Beralih ke Danantara, DPD RI: Kemenkeu Perlu Revisi Target PNBP
Selanjutnya: Ada Diskon Hingga 20% di Ramadhan Festive KAI, Catat Tanggalnya!
Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret s/d 5 Maret 2025, Teh Celup-Plaster Demam Beli 2 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News