kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Lutfi tak setuju Kemendag-Kemenperin digabung


Selasa, 14 Oktober 2014 / 07:51 WIB
Lutfi tak setuju Kemendag-Kemenperin digabung
ILUSTRASI. Nasi Kari Jepang punya kuah super kental karena menggunakan roux kari


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wacana penyatuan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, ditanggapi negatif oleh orang nomor satu di Kementerian Perdagangan, Muhamad Lutfi.

"Kalau saya, setuju dengan yang diungkapkan Pak Jusuf Kalla. Industri kita ini kan cuma 30 persen dari perdagangan kita. Tapi, perindustrian kita ini menciptakan lapangan kerja yang berkualitas ke depan," kata Menteri Perdagangan itu kepada wartawan, Senin (13/10/2014).

Oleh sebab itu, lanjut Lutfi, sebaiknya ke depan kedua sektor itu harus dijaga oleh masing-masing kementerian. Yang pasti, Kementerian Perindustrian harus tetap berdiri sendiri untuk fokus pada industrialisasi.

Lutfi menjelaskan, peran industrialisasi secara komprehensif terjadi pada Pelita pertama dan kedua, ketika pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk membangun industri yang menunjang pertanian.

"Waktu itu dibangun industri semen, industri petrokimia, industri pupuk. Setelah itu kan secara komprehensif tidak ada lagi. Nah, ini yang harus kita bereskan bersama-sama," tukas Lutfi. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×