kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 18.001   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.899   152,22   2,65%
  • KOMPAS100 782   22,13   2,91%
  • LQ45 585   15,21   2,67%
  • ISSI 201   4,29   2,18%
  • IDX30 331   8,60   2,66%
  • IDXHIDIV20 406   8,18   2,05%
  • IDX80 88   2,04   2,37%
  • IDXV30 110   1,62   1,50%
  • IDXQ30 106   1,84   1,78%

Luhut Sebut Pembentukan Family Office Bisa Memperkuat Cadangan Devisa RI


Senin, 22 Juli 2024 / 13:37 WIB
Luhut Sebut Pembentukan Family Office Bisa Memperkuat Cadangan Devisa RI
ILUSTRASI. Pembentukan Family Office akan membawa berbagai keuntungan bagi Indonesia.. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pembentukan Family Office akan membawa berbagai keuntungan bagi Indonesia. 

Luhut menekankan bahwa saat ini terdapat banyak orang kaya dari berbagai belahan dunia yang tertarik untuk menempatkan dananya di Indonesia. Oleh karena itu, pembentukan Family Office di Indonesia harus dilakukan dengan menawarkan berbagai insentif yang menarik.

Potensi Peningkatan Cadangan Devisa

Luhut menjelaskan bahwa masuknya dana asing melalui Family Office akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan devisa Indonesia. 

Baca Juga: Kadin Indonesia Ungkap Jangan Dulu Matikan Ide Family Office

"Bukan kita tidak dapat untung, ada untungnya. Paling tidak uang itu masuk dalam sistem keuangan kita, itu akan memperkuat cadangan devisa kita juga," ujar Luhut dalam acara peluncuran Implementasi Komoditas Nikel dan Timah melalui Simbara pada Senin, 22 Juli.

Untuk mempersiapkan implementasi Family Office di Indonesia, Luhut mengadakan kunjungan ke Abu Dhabi guna mempelajari strategi dan mekanisme yang diterapkan di sana. 

"Saya baru kembali dari Abu Dhabi, saya sudah lapor Pak Jokowi dan Presiden terpilih tadi malam, mengenai masalah Family Office dan Family Business. Kenapa kita ingin ini, karena sekarang uang bertaburan yang ingin masuk ke Indonesia, kita harus kasih insentif," ungkap Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×