kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.040   57,00   0,32%
  • IDX 6.179   -17,68   -0,29%
  • KOMPAS100 806   -4,62   -0,57%
  • LQ45 612   -2,54   -0,41%
  • ISSI 214   -0,45   -0,21%
  • IDX30 345   -1,41   -0,41%
  • IDXHIDIV20 427   -1,89   -0,44%
  • IDX80 92   -0,49   -0,53%
  • IDXV30 117   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,62   -0,56%

Latar belakang Muhammadiyah ajukan uji materi


Selasa, 20 November 2012 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. Bendera Israel. REUTERS/Amir Cohen 


Reporter: Fahriyadi |

JAKARTA. Semangat Muhammadiyah dalam menegakkan konstitusi lewat Judicial Review atau uji materi bisa jadi menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Apa motivasi organisasi masyarakat (ormas) Islam ini?

"Bagi Muhammadiyah, uji materi ini adalah tanggung jawab sejarah karena Muhammadiyah ikut mendirikan bangsa ini," ujar Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Selasa (20/11).

Semangat itulah yang akan coba diteruskan oleh Muhammadiyah. Menurut Din, banyak kejanggalan dan kerugian negara dalam bidang energi terutama soal dominasi swasta dan asing dalam bidang pertambangan. Hal itu mendorongnya untuk menggugat UU Migas dan berikutnya UU Minerba.

"Kami akan mendorong untuk melakukan uji materi ini. Kami tak ingin ada dalih dari pemerintah yang coba menutupi fakta dari pengelolaan energi yang tidak baik dan tak berpihak ke rakyat," jelasnya.

Din mengimbau agar pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah untuk sama-sama mengelola kekayaan negeri. Ia menilai bahwa ada pihak-pihak yang tidak senang dan merasa dirugikan dengan pengajuan uji materi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×