kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Latar belakang Muhammadiyah ajukan uji materi


Selasa, 20 November 2012 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. Bendera Israel. REUTERS/Amir Cohen 


Reporter: Fahriyadi |

JAKARTA. Semangat Muhammadiyah dalam menegakkan konstitusi lewat Judicial Review atau uji materi bisa jadi menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Apa motivasi organisasi masyarakat (ormas) Islam ini?

"Bagi Muhammadiyah, uji materi ini adalah tanggung jawab sejarah karena Muhammadiyah ikut mendirikan bangsa ini," ujar Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Selasa (20/11).

Semangat itulah yang akan coba diteruskan oleh Muhammadiyah. Menurut Din, banyak kejanggalan dan kerugian negara dalam bidang energi terutama soal dominasi swasta dan asing dalam bidang pertambangan. Hal itu mendorongnya untuk menggugat UU Migas dan berikutnya UU Minerba.

"Kami akan mendorong untuk melakukan uji materi ini. Kami tak ingin ada dalih dari pemerintah yang coba menutupi fakta dari pengelolaan energi yang tidak baik dan tak berpihak ke rakyat," jelasnya.

Din mengimbau agar pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah untuk sama-sama mengelola kekayaan negeri. Ia menilai bahwa ada pihak-pihak yang tidak senang dan merasa dirugikan dengan pengajuan uji materi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×