kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Latar belakang Muhammadiyah ajukan uji materi


Selasa, 20 November 2012 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. Bendera Israel. REUTERS/Amir Cohen 


Reporter: Fahriyadi

JAKARTA. Semangat Muhammadiyah dalam menegakkan konstitusi lewat Judicial Review atau uji materi bisa jadi menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Apa motivasi organisasi masyarakat (ormas) Islam ini?

"Bagi Muhammadiyah, uji materi ini adalah tanggung jawab sejarah karena Muhammadiyah ikut mendirikan bangsa ini," ujar Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Selasa (20/11).

Semangat itulah yang akan coba diteruskan oleh Muhammadiyah. Menurut Din, banyak kejanggalan dan kerugian negara dalam bidang energi terutama soal dominasi swasta dan asing dalam bidang pertambangan. Hal itu mendorongnya untuk menggugat UU Migas dan berikutnya UU Minerba.

"Kami akan mendorong untuk melakukan uji materi ini. Kami tak ingin ada dalih dari pemerintah yang coba menutupi fakta dari pengelolaan energi yang tidak baik dan tak berpihak ke rakyat," jelasnya.

Din mengimbau agar pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah untuk sama-sama mengelola kekayaan negeri. Ia menilai bahwa ada pihak-pihak yang tidak senang dan merasa dirugikan dengan pengajuan uji materi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×