Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai melaksanakan operasi pasar dan pangan murah dengan mengutamakan penyerapan hasil produksi dalam negeri.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyebut kebijakan ini dilakukan untuk menjaga harga pangan di tingkat konsumen menjelang ramadan dan lebaran.
"Gerai pangan murah ini juga turut membantu penyerapan dari hulu dan mendukung penyediaan pasokan dengan harga baik di hilir," kata Arief dalam keterangan resminya, Jumat (28/2).
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Gelar Operasi Pasar Murah Hingga-3 Lebaran
Arif menyebut program operasi pasar yang bekerja sama dengan PT Pos ini kedepanya akan menjadi program unggulan untuk menyediakan pangan murah untuk masyarakat.
Dengan begitu, Arief berharap hasil produksi petani bisa diserap maksimal denga harga yang jauh lebih baik sesuai ketetapan pemerintah.
Lebih lanjut, pelaksanaan OP Pangan Murah melalui jaringan PT Pos Indonesia sampai hari ini telah merambah hingga 265 titik lokasi. Di samping itu, program Gerakan Pangan Murah (GPM) juga tetap digencarkan bersama pemerintah daerah.
Baca Juga: ID FOOD Gelar Operasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Lebaran
"Per 21 Februari, GPM telah menyentuh angka 717 kali di 13 provinsi dan 88 kabupaten/kota. Rinciannya di Januari 166 kali dan Februari ini di 551 kali," jelas Arief.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menuturkan strategi penstabilan harga pangan dilakukan dengan membanjiri stok ke pasar-pasar.
Ia juga memperingatkan agar pedagang tidak FOMO (Fear of Missing Out) dengan menaikkan harga karena sedang dalam momentum Ramadan dan Idulfitri.
"Nggak ada lagi FOMO. Nggak ada lagi karena Ramadan Lebaran kemudian biasanya (harga) naik. Nggak ada lagi," ucap Sudaryono.
Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (1/3): Cuaca Berawan Mendominasi
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (1/3): Cuaca Berawan Mendominasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News