kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Kwik: kemiskinan di Indonesia melampaui batas


Rabu, 18 Maret 2015 / 12:05 WIB
Kwik: kemiskinan di Indonesia melampaui batas
ILUSTRASI. Ucapan Hari Guru Sedunia dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini sudah mengkhawatirkan. Bahkan, di mata Kwik Kian Gie, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappemas, tingkat kemiskinan di negeri tercinta ini kini sudah melampaui batas kemanusiaan.


Parahnya kemiskinan ini, papar Kwik, bisa dilihat dari beberapa indikator. Pertama, ketimpangan antara kaya dan miskin di Tanah Air Indonesia yang tinggi.

"Lihat di Jakarta, begitu kita keluar dari Grand Indonesia yang begitu besar dan megah, akan terdapat lorong kecil yang hanya bisa dimasuki motor dan rumah kecil yang setiap saat bisa menjadi mangsa penggusuran karena letaknya berada di kawasan strategis," kata Kwik Rabu (18/3).

Kesenjangan yang parah, imbuh Kwik,  terlihat dari betapa rendahnya tingkat pendapatan masyarakat miskin saat ini. "Bank dunia mengatakan, ukuran miskin atau tidak adalah pengeluarannya US$ 2 per hari per orang, kalau kriteria itu yang dipakai, 50% masyarakat kita miskin, ini di luar batas kemanusiaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×