kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.924   11,00   0,06%
  • IDX 6.055   17,89   0,30%
  • KOMPAS100 779   1,70   0,22%
  • LQ45 596   0,57   0,10%
  • ISSI 210   0,39   0,18%
  • IDX30 331   0,71   0,21%
  • IDXHIDIV20 423   -0,09   -0,02%
  • IDX80 89   0,14   0,16%
  • IDXV30 115   0,13   0,11%
  • IDXQ30 108   0,18   0,17%

Kurangnya pemahaman pemda jadi hambatan penerbitan obligasi daerah


Senin, 27 Januari 2020 / 17:17 WIB
Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Seluruh pemangku kepentingan di daerah harus siap terbuka soal anggaran serta kebijakan-kebijakan yang dilakukan agar dapat dipercaya oleh para investor pemegang obligasi daerah ke depannya. 

“Butuh tahapan karena daerah belum terbiasa. Makanya kami dorong agar mereka lebih siap melalui sosialisasi, rapat koordinasi bersama (pempus dan pemda), dan kami juga diundang untuk memberi penjelasan pada DPRD,” kata Astera. 

Baca Juga: Penjualan properti Lippo Karawaci (LPKR) naik 23% di Q4 2019

Adapun, Astera sebelumnya menyebut Jawa Tengah merupakan daerah yang sudah paling siap untuk menerbitkan obligasi daerah bahkan sejak awal 2019 lalu. Selanjutnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kota Bogor. Namun, sampai saat ini belum juga ada obligasi daerah yang “pecah telur”. 

“Ini memang bukan pekerjaan mudah (bagi daerah). Butuh effort luar biasa sehingga kita dorong pemda dan DPRD terus dan kita lihat terus kesiapan daerah-daerah ini,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×