kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kurangnya pemahaman pemda jadi hambatan penerbitan obligasi daerah


Senin, 27 Januari 2020 / 17:17 WIB
Kurangnya pemahaman pemda jadi hambatan penerbitan obligasi daerah
Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Seluruh pemangku kepentingan di daerah harus siap terbuka soal anggaran serta kebijakan-kebijakan yang dilakukan agar dapat dipercaya oleh para investor pemegang obligasi daerah ke depannya. 

“Butuh tahapan karena daerah belum terbiasa. Makanya kami dorong agar mereka lebih siap melalui sosialisasi, rapat koordinasi bersama (pempus dan pemda), dan kami juga diundang untuk memberi penjelasan pada DPRD,” kata Astera. 

Baca Juga: Penjualan properti Lippo Karawaci (LPKR) naik 23% di Q4 2019

Adapun, Astera sebelumnya menyebut Jawa Tengah merupakan daerah yang sudah paling siap untuk menerbitkan obligasi daerah bahkan sejak awal 2019 lalu. Selanjutnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kota Bogor. Namun, sampai saat ini belum juga ada obligasi daerah yang “pecah telur”. 

“Ini memang bukan pekerjaan mudah (bagi daerah). Butuh effort luar biasa sehingga kita dorong pemda dan DPRD terus dan kita lihat terus kesiapan daerah-daerah ini,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×