kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kuota minuman alkohol dihitung


Senin, 09 Februari 2015 / 10:12 WIB
Kuota minuman alkohol dihitung
ILUSTRASI. Daftar 8 Sayuran untuk Penderita Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah masih menghitung alokasi impor minuman beralkohol pada tahun ini. Meski belum final, tapi alokasi impor minuman beralkohol pada tahun ini diperkirakan tak akan jauh dari tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemdag) Gunaryo bilang, saat ini Kemdag masih menghitung kuota impor minuman beralkohol yang melibatkan seluruh pebisnis minuman dan asosiasi importir minuman beralkohol. "Pasti akan dibahas bersama," jelasnya Gunaryo, akhir pekan lalu.

Menurutnya, penghitungan alokasi impor minuman beralkohol perlu dilakukan dengan cermat agar tak terjadi gejolak harga. Catatan saja, pemerintah menetapkan alokasi jenis dan jumlah impor minuman beralkohol untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional dengan beberapa pertimbangan. Di antaranya, realisasi impor dalam tiga tahun terakhir, jumlah permohonan dari seluruh importir terdaftar minuman beralkohol dan perkiraan jumlah kunjungan wisatawan asing dan kebutuhan hotel, bar dan restoran anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia.

Tahun lalu pemerintah mengalokasikan impor minuman beralkohol 511.246 karton, turun dari 2013 yang sebanyak 550.000 karton.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman impor (Apidmi) Agoes Silaban bilang, Apidmi akan segera mengirim rekomendasi impor minuman beralkohol ke pemerintah paling lambat pada Maret 2015.

Tapi, Agoes bilang permintaan kuota impor minuman beralkohol dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren menurun. "Ini disebabkan kesulitan persaingan dengan minuman yang ilegal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×