CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

KTT BRICS, Prabowo: RI Tak Lagi Hanya Impor Pangan, Kini Jadi Eksportir


Minggu, 13 September 2026 / 15:58 WIB
KTT BRICS, Prabowo: RI Tak Lagi Hanya Impor Pangan, Kini Jadi Eksportir
ILUSTRASI. KTT BRICS - Prabowo Subianto (Dok/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini telah bertransformasi dari negara pengimpor menjadi pengekspor sejumlah komoditas pangan. Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapasitas produksi pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Di hadapan para pemimpin BRICS, Prabowo mengatakan selama bertahun-tahun Indonesia menjadi salah satu importir utama sejumlah komoditas pangan, termasuk biji-bijian, beras, dan jagung.

Baca Juga: Prabowo Dorong BRICS Terlibat dalam Pembangunan Global hingga 2030

Namun, kondisi tersebut kini mulai berbalik seiring dengan meningkatnya kemampuan produksi dalam negeri.

“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya. 

Menurut Prabowo, perubahan posisi Indonesia tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional.

Ia menilai pengalaman Indonesia tersebut juga dapat menjadi gambaran bagi negara-negara BRICS dalam mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki masing-masing negara.

Prabowo mengatakan berbagai tantangan global yang saling berkaitan tidak semestinya hanya dipandang sebagai hambatan. Melalui kerja sama, tantangan tersebut justru dapat diubah menjadi peluang ekonomi.

Peluang tersebut mencakup peningkatan investasi, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga pembukaan kesempatan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh,” tutur Prabowo.

Ia menekankan, ketangguhan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas ekonomi, tetapi juga sejauh mana pertumbuhan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Tinggal 4 Bulan Tersisa, Realisasi Pajak 2026 Masih Jauh dari Target

Karena itu, Prabowo menilai pembangunan yang inklusif dan inovasi menjadi faktor penting untuk mengubah kekuatan kolektif menjadi kapasitas ekonomi yang lebih besar.

“Hal itu hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif dan, jika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang dahsyat, mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” lanjutnya.

Dalam kerja sama BRICS, Prabowo melihat negara-negara anggota telah memiliki sumber daya dan kapasitas produksi yang saling melengkapi. Potensi tersebut dapat diperkuat dengan menghubungkan kekuatan masing-masing negara.

“BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” ungkap Prabowo.

Untuk itu, Prabowo menawarkan kerja sama industrialisasi bersama kepada negara-negara BRICS. Menurutnya, sumber daya dan kapasitas yang dimiliki masing-masing negara perlu dioptimalkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” tegas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×