kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.835   40,00   0,24%
  • IDX 6.679   65,44   0,99%
  • KOMPAS100 965   12,40   1,30%
  • LQ45 750   8,15   1,10%
  • ISSI 212   1,80   0,86%
  • IDX30 390   4,00   1,04%
  • IDXHIDIV20 468   2,84   0,61%
  • IDX80 109   1,41   1,31%
  • IDXV30 115   1,81   1,60%
  • IDXQ30 128   1,06   0,84%

Kritik bisa bantu Jokowi kembali ke Nawacita


Jumat, 30 Oktober 2015 / 08:44 WIB
Kritik bisa bantu Jokowi kembali ke Nawacita


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rohaniawan sekaligus Pengamat Sosial, Romo Benny Susetyo mengatakan, dukungan publik masih menjadi kekuatan bagi presiden Joko Widodo untuk kembali pada janji Nawacita pada Pilpres 2014 silam.

"Kalau publik tetap bersuara kritis, media bersuara kritis, kaum intelektual bersuara kritis, masyarakat dapat membantu Pak Jokowi kembali kepada Nawacita," kata Romo Benny dalam acara diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Menurut dia, pemerintah saat ini masih takut dengan tekanan publik. Namun di sisi lain, tekanan publik tersebut justru menjadi jembatan bagi Jokowi untuk keluar dari "kegalauannya".

Menurut Benny, dalam situasi "kegalauan" tersebut, dikhawatirkan kekuatan Presiden Jokowi akan lemah. Kemudian, Jokowi akan tunduk kepada kepentingan-kepentingan di sekitarnya.

Dukungan publik diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri Jokowi untuk menatap empat tahun ke depan.

"Tetapi bahayanya ketika publik diam, takut kriminalisasi, kemudian tidak bersuara. Media bungkam dan seolah olah kita mendukung grand design dari kepentingan-kepentingan, ya maka selama itu dia (presiden) akan mengalami kegalauan," ujar Romo Benny. (Nabilla Tashandra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Negotiation Mastery

[X]
×