kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.173   26,00   0,14%
  • IDX 5.197   -175,88   -3,27%
  • KOMPAS100 672   -24,35   -3,50%
  • LQ45 524   -18,62   -3,43%
  • ISSI 177   -6,10   -3,33%
  • IDX30 294   -10,34   -3,40%
  • IDXHIDIV20 391   -10,09   -2,51%
  • IDX80 77   -2,75   -3,43%
  • IDXV30 110   -1,41   -1,27%
  • IDXQ30 99   -2,92   -2,88%

KPPU selidiki biaya handling terminal


Selasa, 27 September 2011 / 07:25 WIB
ILUSTRASI. Bank Sulselbar -- Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang menyelidiki dugaan persaingan usaha yang tidak sehat dalam penentuan biaya handling terminal atau terminal handling charge (THC) di pelabuhan. Wasit persaingan usaha mencium ada permainan tidak sedap di antara perusahaan-perusahaan pengelola THC sehingga biaya THC kelewat mahal.

Ketua KPPU Nawir Messi mengatakan, KPPU sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki ada atau tidak pelanggaran yang dilakukan perusahaan-perusahaan pengelola THC. KPPU mencium dugaan awal adanya persekongkolan di perusahaan yang mengelola THC.

KPPU sendiri, kata Nawir, sudah mendapatkan indikasi awal adanya perjanjian antar perusahaan pengelola THC dalam menentukan tarif THC di sejumlah pelabuhan. Dugaan KPPU, perjanjian itulah yang menyebabkan biaya THC tinggi.

Namun sayangnya, KPPU belum berhasil mendapatkan dokumen tertulis perjanjian tersebut. Karena itu, KPPU sedang melakukan investigasi guna mencari dokumen-dokumen perjanjian yang dimaksudkan.

Dari hasil penyelidikan sementara, Nawir menyebutkan 90% pengelola THC adalah perusahaan asing, sisanya perusahaan domestik.
KPPU optimistis dapat membuktikan adanya dugaan kartel dalam penentuan biaya THC tersebut. KPPU menargetkan paling lama sampai akhir tahun 2011, penyelidikan ini sudah masuk ke sidang.

Penyelidikan KPPU ini didukung pengusaha ekspor. Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono mengatakan, para pengusaha sudah berkali-kali mengeluhkan mahalnya biaya THC tersebut.

Menurut Ambar, saat ini biaya THC di Indonesia adalah yang termahal di ASEAN. "Hal ini tidak bagus bagi para eksportir," ujar Ambar. Karena barang ekspor dalam negeri jatuhnya menjadi terlalu mahal di pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×