kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.735   27,00   0,15%
  • IDX 6.496   -29,97   -0,46%
  • KOMPAS100 847   -2,25   -0,27%
  • LQ45 641   -3,60   -0,56%
  • ISSI 229   0,20   0,09%
  • IDX30 358   -2,13   -0,59%
  • IDXHIDIV20 435   -1,38   -0,32%
  • IDX80 97   -0,36   -0,37%
  • IDXV30 121   0,07   0,06%
  • IDXQ30 113   -0,68   -0,59%

KPPU panggil Pertamina dan BPH Migas


Jumat, 19 September 2014 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Sederet Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Andri Indradie

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku masih mendalami laporan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terkait pelarangan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di jalan tol. Kepala humas KPPU Mohammad Reza bilang, pihaknya sudah memanggil dan bertemu dengan PT Pertamina dan BPH Migas untuk mengklarifikasi pengaduan tersebut. Pertemuan itu dilakukan pada pekan hari rabu (17/9) lalu. 

Di samping soal pelarangan BBM bersubsidi, KPPU juga tengah meminta keterangan terkait penujualan avtur. Keduanya dipanggil selaku pelaksana dan regulator atas kebijakan pelarangan penjualan BBM tersebut.

Hingga kini, KPPU belum memutuskan apapun terkait hal tersebut. Termasuk, apakah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi bertentangan dengan Undang-Undang tentang persaingan usaha. "Tugas kami untuk memastikan, kebijakan yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan UU di atasnya," kata Reza, Jumat (19/9) kepada KONTAN.

Ia juga bilang akan memaparkan hasil kajiannya kepada para komisioner KPPU pada hari Selasa (23/9), pekan depan. Pada hari itu juga akan diputuskan apakah kebijakan tersebut ada indikasi melanggar UU persaingan usaha atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×