kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

KPK panggil Nazaruddin terkait kasus korupsi alkes


Selasa, 17 Maret 2015 / 13:35 WIB
KPK panggil Nazaruddin terkait kasus korupsi alkes
ILUSTRASI. Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (4/10) di Pegadaian Turun. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mendalami kasus korupsi alat kesehatan, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan M. Nazaruddin sebagai saksi kasus pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Khusus pendidikan penyakit infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap MNZ akan dilakukan KPK. "Dia diperiksa sebagai saksi dengan tersangka MDM,"  ujar Priharsa di Gedung KPK, Selasa (17/3).

Sebelumnya, KPK menjadwalkan beberapa agenda untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kasus, salah satunya kasus tindak pidana korupsi pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Khusus pendidikan penyakit infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009 dengan tersangka Marisi Matondang dan Made Mergawa.

Dua tersangka ini disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 undang-undanga nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

KPK menetapkan Marisi Matondang dan Made Mergawa (MDM), sebagai tersangka pada kasus pengadaan alat kesehatan rumah sakit khusus untuk pendidikan tahun anggaran tahun 2009 Universitas Udaya, Bali senilai Rp16 miliar. Akibat ulah keduanya, negara ditaksir menderita kerugian senilai Rp7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×