kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.912   -7,00   -0,04%
  • IDX 7.704   126,73   1,67%
  • KOMPAS100 1.076   17,41   1,65%
  • LQ45 784   12,04   1,56%
  • ISSI 272   4,61   1,72%
  • IDX30 417   7,26   1,77%
  • IDXHIDIV20 510   8,13   1,62%
  • IDX80 121   1,76   1,48%
  • IDXV30 138   1,94   1,42%
  • IDXQ30 134   2,17   1,64%

Koperasi Desa Merah Putih Hadir, Nasabah Mikro Bisa Pindah dari Bank ke Koperasi


Minggu, 09 Maret 2025 / 17:10 WIB
Koperasi Desa Merah Putih Hadir, Nasabah Mikro Bisa Pindah dari Bank ke Koperasi
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Andri Saputra/Spt.  Ekonom UPN mengatakan Koperasi Desa Merah Putih bisa berdampak pada pindahnya nasabah mikro perbankan ke koperasi.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih bisa berdampak pada pindahnya nasabah mikro perbankan ke koperasi.

Achmad menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah besar dalam upaya memperkuat perekonomian desa. Menurutnya, program ini dirancang untuk melibatkan 70 ribu hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 3 miliar-Rp 5 miliar per desa.

“Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tentu akan menghadirkan dinamika baru dalam industri keuangan mikro,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (9/3).

Achmad menuturkan, selama ini bank konvensional penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mendominasi akses pembiayaan bagi UMKM. Nah, dengan adanya koperasi desa terdapat potensi persaingan antara koperasi dan bank konvensional dalam penyaluran kredit kepada usaha kecil dan mikro.

Dalam jangka pendek, lanjut dia, bank konvensional mungkin tidak akan terlalu terdampak secara langsung. Namun, dalam jangka panjang, munculnya koperasi desa sebagai alternatif sumber pembiayaan dapat mengurangi ketergantungan UMKM pada bank, khususnya dalam sektor pertanian dan perdagangan kecil.

Baca Juga: Bertepatan Hari Koperasi Nasional, 70.000 Koperasi Desa Merah Putih akan Diluncurkan

“Jika koperasi berhasil menawarkan skema kredit yang lebih fleksibel dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan KUR, maka nasabah mikro dapat berpindah dari bank ke koperasi,” tuturnya.

Achmad menilai, hal tersebut bakal berpengaruh ke pertumbuhan portofolio kredit perbankan, terutama bagi bank-bank yang selama ini mengandalkan skema KUR sebagai pendorong utama pertumbuhan bisnis mereka.

Selain itu, kata dia, peran perbankan dalam ekosistem pembiayaan mikro juga bisa mengalami pergeseran. Menurutnya, alih-alih menyalurkan KUR secara langsung, bank bisa lebih fokus pada pendanaan bagi koperasi-koperasi desa.

Lebih lanjut, Achmad menambahkan, model seperti ini telah diterapkan di beberapa negara, di mana koperasi menjadi jembatan antara lembaga keuangan besar dan pelaku usaha mikro, sehingga bank tetap mendapatkan keuntungan melalui pembiayaan tidak langsung.

“Namun, hal ini tentu memerlukan regulasi yang jelas dan mekanisme kontrol yang kuat untuk menghindari risiko kredit macet,” tandasnya.

Baca Juga: Dua Bulan Berjalan, BRI Sudah Salurkan KUR Sebesar Rp 27,72 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×