kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Kontraksi belanja negara dinilai sudah tercermin dari banyaknya proyek yang ditunda


Selasa, 26 Mei 2020 / 16:26 WIB
Kontraksi belanja negara dinilai sudah tercermin dari banyaknya proyek yang ditunda
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung perkantoran di Tangerang Selatan, Rabu (13/5). Kontraksi belanja negara dinilai sudah tecermin dari banyaknya proyek yang ditunda. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

Ke depannya, kata Piter, belanja sosial akan terus mengalami peningkatan, belanja pegawai dirasa akan relatif stabil, sedangkan belanja modal dan belanja barang akan mengalami kontraksi.

Alasannya, penyerapan belanja barang akan mengikuti aktivitas masyarakat. Jika banyak aktivitas atau proyek yang mengalami penundaan, pekerja banyak melakukan work from home (wfh), maka pos belanja tersebut juga tidak akan meningkat.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Selasa (26/5): 23.165 kasus, 5.877 sembuh, 1.418 meninggal

Maka dari itu, ia memproyeksikan pada kuartal II-2020 belanja pemerintah akan meningkat seiring dengan mulai direalisasikannya berbagai bantuan sosial oleh pemerintah.

"Satu hal yang jelas, selama wabah ini masih berlangsung belanja negara akan lebih fokus kepada upaya penanggulangan wabah, membantu masyarakat terdampak, serta meningkatkan daya tahan dunia usaha, sehingga pada waktunya nanti bisa melakukan recovery economy," kata Piter.

Sesuai dengan tujuan awal, maka alokasi anggaran akan lebih banyak tertuju kepada berbagai kegiatan tersebut, sedangkan untuk belanja modal dan belanja barang akan terbatasi.

Baca Juga: Pendisiplinan protokol kesehatan oleh TNI dan Polri dianggap telat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×