kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024


Senin, 06 Mei 2024 / 13:01 WIB
Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024
ILUSTRASI. BPS mencatat, perekonomian Indonesia pada kuartal I 2024 tumbuh sebesar 5,11% year on year (yoy).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian Indonesia pada kuartal I 2024 tumbuh sebesar 5,11% year on year (yoy).

Pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari kuartal IV 2023 yang sebesar 5,04%, dan juga meningkat dari kuartal I 2023 yang sebesar 5,04%.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, pendorong paling besar pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi.

Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,91% year on year (yoy). Komponen ini masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran yakni mencapai 54,93%.

Amalia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh adanya momentum Ramadan yang mendorong pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman.

Baca Juga: BPS: Hanya Lapangan Usaha Pertanian yang Kontraksi pada Kuartal I-2024

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada transportasi dan komunikasi, yang tercermin dari pertumbuhan indeks perdagangan eceran untuk komoditas suku cadang dan aksesoris, dan bahan bakar kendaraan, serta pertumbuhan jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara.

Kemudian, pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga ditopang oleh restoran dan hotel yang tercermin dari meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel.

Selanjutnya, untuk PMTB tumbuh sebesar 3,97% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi sebesar 29,31%. Pertumbuhan PMTB didorong oleh seluruh pertumbuhan kelompok barang modal kecuali kendaraan. PMTB tumbuh positif utamanya untuk pembangunan gedung dan bangunan.

“Kedua komponen ini memberikan sumbangan terbesar terhadap PDB yakni masing-masing sebesar 54,93% dan 29,31% terhadap total PDB,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (6/5).

Kemudian komponen lainnya yakni ekspor tumbuh sebesar 0,50% yoy, dengan kontribusi sebesar 21,37%. Sedangkan impor tumbuh 1,77% namun kontribusinya terkontraksi 19,77%.

Selanjutnya, konsumsi pemerintah kembali tumbuh positif sebesar 19,90%, terutama didorong oleh kenaikan belanja barang dan jasa serta belanja pegawai, utamanya karena ada pelaksanaan dan pengawasan pemilu 2024. Komponen ini menyumbang 6,25% terhadap total PDB.

Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,11% di Kuartal I-2024

Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 24,29%, atau tumbuh paling tinggi dibanding komponen lain, didorong oleh peningkatan kegiatan dalam rangka pemilihan umum dan momen Ramadan.

Lebih lanjut, jika dilihat berdasarkan sumbernya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 didorong paling banyak oleh konsumsi rumah tangga yakni sebesar 2,62%. Kontribusi ini meningkat jika dibandingkan kuartal sebelumnya maupun kuartal I 2023.

Kemudian, sumber pertumbuhan ekonomi lainnya yakni PMTB sebesar 1,19%, konsumsi pemerintah sebesar 1,06%, komponen lainnya sebesar 0,47%, dan net ekspor mengalami kontraksi sebesar 0,23%.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×