kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Konsumsi Kelas Menengah Tertekan, Efektivitas Insentif Pemerintah Jadi Penentu


Senin, 12 Oktober 2026 / 18:19 WIB
Konsumsi Kelas Menengah Tertekan, Efektivitas Insentif Pemerintah Jadi Penentu
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja di toko ritel modern di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora, Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,4 pada Agustus menjadi 107,5 pada September 2026, terutama akibat melemahnya persepsi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.

Pada saat yang sama, porsi pendapatan rumah tangga untuk konsumsi meningkat dari 74,2% menjadi 74,9%, sedangkan porsi tabungan turun dari 15,8% menjadi 15,4%.

Kondisi ini mengindikasikan sebagian rumah tangga harus menggunakan lebih banyak pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga ruang untuk menabung semakin terbatas.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pengganti Tax Holiday EBT, SUN Energy Usul Insentif Ini

Josua memperkirakan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,13% yoy pada kuartal IV-2026, sedikit melambat dibandingkan proyeksi kuartal III-2026.

Tekanan harga kebutuhan pokok, belum kuatnya pertumbuhan pendapatan, serta kenaikan biaya produksi dan distribusi berpotensi membatasi belanja masyarakat.

Aktivitas konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru, percepatan belanja pemerintah, serta program perlindungan sosial diperkirakan menopang permintaan pada akhir tahun.

Namun, kenaikan harga kebutuhan pokok dapat membuat rumah tangga memprioritaskan pangan dan kebutuhan rutin, sembari menunda pembelian barang bernilai besar seperti elektronik dan kendaraan.

“Ketahanan tersebut mulai menghadapi tekanan akibat meningkatnya kebutuhan belanja rutin, melemahnya persepsi pendapatan dan lapangan kerja, serta berkurangnya kemampuan menabung,” kata Josua.

Baca Juga: Kemenkeu Masih Kaji Insentif Tambahan untuk Kelas Menengah, Ini Alasannya

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan stimulus tidak hanya tersedia, tetapi juga efektif menjaga daya beli dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Perbaikan pelaksanaan insentif, pengendalian harga pangan, serta penciptaan lapangan kerja menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi dapat diikuti pemulihan konsumsi yang lebih merata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×