kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Konsumsi BBM subsidi kuartal pertama membengkak 6,85%


Kamis, 14 April 2011 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR), produsen produk kemasan farmasi dan non-farmasi. Foto Dok IGAR


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi terus membengkak. Sejak awal tahun hingga Maret lalu, konsumsi BBM subsidi telah naik sebesar 6,85% atau sebesar 0,64 juta kiloliter menjadi 9,7 juta kiloliter.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan konsumsi ini melonjak karena bertambahnya jumlah penduduk dan kendaraan bermotor. “Memang dibandingkan tahun 2010 BBM yang dikonsumsi hanya 9,06 juta kiloliter,” tuturnya, Kamis, (14/4).

Lonjakan konsumsi BBM subsidi ini otomatis membuat anggaran subsidi juga terkerek naik. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan total belanja subsidi yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 32,3 triliun. Rincianya, subsidi energi sebesar Rp 24,7 triliun dan non energi sebesar Rp 7,6 triliun.

Any mengaku terus memonitor konsumsi BBM subsidi. Asal tahu saja, jatah konsumsi BBM subsidi tahun ini sebesar 38,6 juta kilo liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×