kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.067   -43,00   -0,24%
  • IDX 6.052   12,05   0,20%
  • KOMPAS100 791   2,77   0,35%
  • LQ45 601   1,98   0,33%
  • ISSI 210   -0,35   -0,17%
  • IDX30 340   1,02   0,30%
  • IDXHIDIV20 422   0,61   0,14%
  • IDX80 90   0,27   0,30%
  • IDXV30 115   -0,42   -0,37%
  • IDXQ30 109   0,31   0,28%

Konsumsi BBM subsidi kuartal pertama membengkak 6,85%


Kamis, 14 April 2011 / 13:23 WIB
ILUSTRASI. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR), produsen produk kemasan farmasi dan non-farmasi. Foto Dok IGAR


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi terus membengkak. Sejak awal tahun hingga Maret lalu, konsumsi BBM subsidi telah naik sebesar 6,85% atau sebesar 0,64 juta kiloliter menjadi 9,7 juta kiloliter.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan konsumsi ini melonjak karena bertambahnya jumlah penduduk dan kendaraan bermotor. “Memang dibandingkan tahun 2010 BBM yang dikonsumsi hanya 9,06 juta kiloliter,” tuturnya, Kamis, (14/4).

Lonjakan konsumsi BBM subsidi ini otomatis membuat anggaran subsidi juga terkerek naik. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan total belanja subsidi yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 32,3 triliun. Rincianya, subsidi energi sebesar Rp 24,7 triliun dan non energi sebesar Rp 7,6 triliun.

Any mengaku terus memonitor konsumsi BBM subsidi. Asal tahu saja, jatah konsumsi BBM subsidi tahun ini sebesar 38,6 juta kilo liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×