kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Komnas HAM minta perlindungan TKI ditingkatkan


Kamis, 11 Desember 2014 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Customer Service melayani nasabah di kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/6/2022). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/27/06/2022


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan perlindungan lebih baik kepada tenaga kerja Indonesia (TKI).

Ketua Komnas HAM, Hafid Abbas, mengatakan, perlindungan kepada TKI seharusnya lebih ditingkatkan. Sejauh ini perlindungan negara kepada TKI dinilai sangat kurang padahal TKI tersebut merupakan pahlawan devisa negara.

"TKI ini menyumbang penghasilan cukup besar kepada negara tetapi perlindungan negara masih belum hadir," kata Hafid di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (11/12).

Langkah pemerintah untuk melindungi TKI seharusnya lebih ditingkatkan. Beberapa langkah penanganan hukuman TKI yang berada di luar negeri bisa ditempuh, sehingga anak-anak bangsa tidak dibiarkan oleh negara.

"Saat ini ada 92.000 TKI yang tersangkut persoalan hukum. Selain itu, ada 278 tersangkut hukuman mati," jelas Hafidz. (Randa Rinaldi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×