kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Komisi III minta jaminan keselamatan warga Syiah


Rabu, 29 Agustus 2012 / 13:54 WIB
ILUSTRASI. Pengemudi mengisi daya listrik kendaraan di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Mall AEON, Tangerang, Banten, Rabu (29/1). KONTAN/Baihaki/29/1/2020


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi hukum (III) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjamin keselamatan para warga komunitas Syiah yang terlibat konflik di Dusun Nangkernang, desa Karanggayam, Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur. Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat berharap, pemerintah daerah mampu menjamin kenyamanan keduabelah pihak yang bertikai.

Dia juga meminta kepolisian meningkatkan keamanan. "Pemerintah daerah seharusnya memikirkan bagaimana penyelesaian atau memberikan solusi dan meberikan pilihan agar penyelesaian konflik ini segera terselesaikan," ungkap Martin, Rabu, (29/8).

Martin menambahkan, pemerintah daerah maupun Kementerian Agama harus konsisten selalu menjaga kerukunan masyarakat sehingga masalah ini bisa teratasi dan tidak terjadi lagi konflik sosial seperti ini. Menurutnya, pemerintah telah sejak lama tidak memiliki inisiatif menyelesaikan konflik sehingga persoalan yang sudah bertahun-tahun ini tidak terselesaikan dan kembali terulang.

Minggu (26/8) lalu, kelompok Syiah di Sampang diserang sekelompok massa. Sebanyak 37 rumah dibakar dan dua orang tewas dalam penyerangan itu. Hingga saat ini, ratusan anggota kelompok Syiah masih berada di pengungsian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×