kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kominfo Teken Kontrak Pengadaan Satelit Cadangan


Rabu, 16 Maret 2022 / 13:36 WIB
Kominfo Teken Kontrak Pengadaan Satelit Cadangan
ILUSTRASI. Groundbreaking Ceremony Stasiun Bumi Proyek KPBU Satelit Multifungsi Pemerintah, di Gedung PSN, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/08/2021).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) meneken kontrak pengadaan satelit cadangan (hot backup satellite/HBS) dengan konsorsium Kemitraan Nusantara Jaya, Selasa (15/3).

Direkur Utama BAKTI Kementerian Kominfo Anang Latif mengatakan, proyek hot backup satelite merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengupayakan akses komunikasi dan internet agar dapat merata di seluruh titik Indonesia.

Anang menceritakan, HBS ini ide dari Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate. Sebab, satelit SATRIA -1 perlu pendamping guna mengantisipasi adanya anonamali yang terjadi pada SATRIA-1. Sehingga munculah ide HBS sebagai penopang operasional oprasional satelit SATRIA 1 sekaligus sebagai tambahan kapasitas.

Sebelumnya satelit SATRIA-1 ditargetkan bisa menjangkau 150.000 titik layanan publik. Terbanyak untuk sekolah dan pesantren (93.900 titik) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer.

Baca Juga: Menkominfo Sebut 11 Satelit Bumi Akan Dukung Operasional Satelit Satria-1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×